Cindy tinggal di kost-kostsan sekitar salon itu. Bokepindobaru Begitu seterusnya berulang-ulang. Sekali lagi, aku menengok ke kiri melihat wajahnya yang bulat dengan bola mata yang berwarna coklat, dia menatapku tajam dan serius sekali,“ Emmm… Sekarang Cin ?, ” tanyaku sambil menatapnya.Saat itu dia hanya menganguk dan,“ Okey, sekarang kamu boleh cium aku, ” ucapku sembari kembali ke jalanan.Beberapa detik kemudian Cindy-pun beranjak dari tempat duduknya dan mengambil posisi untuk memberi sebuah cium di pipi kiriku. Aku bantu dia membuka ikat pinggang setelah itu aku kembali memegang setir mobil. Dari obrolan kami, aku mengetahui bahwa dia bernama Cindy, dan dia berusia baru berusia 21 tahun. Ketika itu nampaknya raut mukanya sangat serius dengan apa yang barusan dia katakan sembari matanya menatap tajam padaku,“ Apa kamu sudah yakin dengan omonganmu yang barusan, Cin?, ” tanyaku sambil kembali konsentrasi ke jalan.“ Aku nggak tau kenapa,




















