Anak laki-laki itu juga ikutan merokok. Bokep Aku tahu anak itu pasti bekerja di malam begini karena suatu keperluan yang mendesak, atau itu memang pekerjaannya demi membantu biaya sekolah. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. Anak laki-laki yang berjualan itu malah tersenyum. Gila. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Apa yang ingin mereka lakukan? Beberapa orang lainnya menghakimi supir mobil, menghajarnya hingga biru-biru, termasuk mobilnya yang dibikin tambah penyok. Aku tetap bertahan di tempatku berdiri, tetap menyaksikan anak laki-laki penjual kantong plastik di dekat tiang lampu merah yang juga masih berjualan. Aku tidak tahu tapi aku teramat jengkel dengan diriku sendiri. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua.




















