Mbak Marissa mendesah makin keras dalam tingkahan suara hujan.Aku makin membara dan membara. Hidung mancung. Bokep Demikian cantik. Aku menginginkannya, lebih dari yang kau impikan”. Mbak sendiri?” tanyaku, sedikit gugup.“Nggak. Aku meraba-raba sekeliling dan mencari lilin. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku..“Mirza, aku tahu aku lebih tua darimu. Sesekali sang lelaki, suaminya, berada di luar rumah untuk melepas penat. Dan tak perlu menunggu sore, ia kembali siangnya, sekitar pukul 10 dan menyerangku lagi di minggu pagi itu. Tapi aku tahu kau menyukaiku. Ia pasti sibukmengatur rumah. Aku menatap jam dinding. Aku menatap jam dinding. Aku menatap jam dinding. Aku meraba-raba sekeliling dan mencari lilin. Aku balik menyerangnya, menggumulinya dan memberikan semua yang ia ingin dan ia mau. Aku terkejut. Kebiasaan jelek. Aku seperti tenggelam dalam segala macam rasa : coklat, vanilla, strawberry, almond.Mbak Marissa benar-benar menikmatinya.




















