Mulanya hanya tidur telentang, Tidak lama lama kemudian mbah tidur memelukku. Selanjutnya aku tidak ingat lagi.Aku terbangun karena desakan ingin kencing. Bokep Anehnya si mbah yang selalu memberi perhatian lalu mgomong ke simbok. Entah berapa lama diusap-usap, aku menunggu dengan persasaan tegang. Nenek merintih – rintih aku perlakukan begitu. Ditariknya sarung keatas sehingga terbukalah bagian kemaluanku. “Udahlah turuti saja, jadi anak yang penurut, jangan suka terlalu banyak tanya,” nasihat mbahku. Kami memang hanya bertiga. Jika pagi hari selain mandi mbok dan simbah mencuci pakaian dan peralatan makan semalam. Aku memilih tidu di kasur empuk tempatnya mak dan mbah biasa tidur. Aku diam saja, selain berdebar-debar, penisku jadi mengembang di remas-remas mbah. “ anak mu ini hebat lho nduk (panggilan anak perempuan jawa), kayaknya dia kuat.”Terus terang aku tidak mengerti yang dimaksud kuat.

















