Wajah gadis itu masih terus membayang di pelupuk mata. Pertemuan kedua ini sudah tidak membuatku canggung lagi. Bokepindobaru Susiana duduk disisi pembaringan sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk lain.Aku memeluk pinggangnya, dan menciumi punggungnya yang putih dan halus. Memang dia mengenakan rok yang cukup pendek, sehingga sebagian pahanya jadi terbuka.Hampir tengah malam aku baru pulang. Dia melepaskan pelukanku dan turun dari pembaringan. Aku memeluk tubuhnya dengan erat sehingga Susiana saat itu tidak bisa leluasa menggerak-gerakan lagi tubuhnya. Aku sudah Berkeluarga yang memiliki 1 Orang istri dan Anak,yang awal nya aku hanya mencoba Relax untuk pergi karaoke malah keterusan. Akupun akhirnya rebah tak bertenaga dan tidur berpelukan dengan Susiana malam itu.. Entah kenapa, tiba-tiba Susiana menatap wajahku, saat jari-jari tangannya menggenggam batang penis kebanggaanku ini, Tapi hanya sebentar saja dia menggenggam penisku dan kemudian melepaskannya.




















