Tangan Pak Toni begitu rajin menjamah di dada, aku hanya berharap supaya pakaianku tidak kusut di bagian itu. ”jangan khawatir, istriku tidak tahu siapa kamu, ntar bilang aja kita teman lama, beres kan” lanjutnya seolah menjawab keterkejutanku. Bokepindo “mbak cantik, malahan lebih cantik aslinya lho” kataku ikutan menyalakan rokok saat dia menghembuskan asap pertamanya. ”bisa sih tapi agak maleman, mungkin setelah jam 9 malam gitu, gimana ?” jawabku karena udah ada bookingan dari GM lain nanti jam 6 di Hotel Sahid tapi nggak nginap. HP berbunyi saat aku menuju didepan lift hendak turun.“ya Pak, udah sampai sih, ini mau turun kok” jawabku tanpa sadar kalau sebenarnya aku harus naik dan bukan turun.Lift terbuka, ada 2 orang laki laki di dalam, mereka menyambutku dengan senyum ramah cenderung nakal, apalagi sorot mata yang genit melototi lekuk tubuhku.




















