nghhh.. Ia memberiku peluang utk mengatur napasku yg terengah-engah. Bokep baru Mungkin inilah yg mendorongku utk menggeser posisiku mendekatinya, lalu mencium bibirnya. Meski sdh tidak menikmati rangsangan lagi, hanya menikmati kebersamaan, aku tidak merasa disakiti oleh genjotan k0ntol Irfan yg terus bernapsu, terus cepat, terus kasar, hingga akhirnya ledakan lendir kental panas muncrat bertubi-tubi di dlm meqiku. Ia melepas rokku dan membungkukkan badannya menjilati pahaku. Seusai aku kembali “sadar” dari ledakan kenikmatan klimaks yg memabukkan tadi, aku pun mulai membalas ciuman Irfan, memancing Irfan utk kembali memainkan lidahnya pd lidahku dan menghisap bibir dan lidahku terus liar. Ini balutannya kenceng banget sih, sampe sakit. Sungguh mati, pd saat itu, sikap tubuhku dan kata-kataku sama sekali tdk berfungsi menggodanya.




















