Am em am em, ona anu ona anu” selidik Bondan.“Kagak, gue gak kenapa-kenapa kok” Jawabku mencoba mengatasi kondisiku.“Lo kebiasaan ye. Aku-kamu, bahagia, nyaman. Bokep Dan kenapa lo bangun pas gue nyium jidat lo sih.” Bathinku.“Wiii, halooooooooo….” Sembari mengoyangkan tangan seolah-olah menyadarkanku.“Haaaahhh. Namun bondan mengelak dan melepaskan tangannya.“Jangan wi, aku takut kelewatan. Karena aku tau kamu menjaga betul kehormatanmu sebagai wanita” ucapnya.Lagi-lagi air mataku tak dapat kubendung, akupun memeluknya sangat erat dan menangis bahagia di pundaknya seraya berbisik ke telinganya “kasih aku kesempatan cil”.“Kamu kok tau nama panggilanku dulu?” Ucapnya kaget.“Ada deh, aku cinta kamu cil. Seolah-olah aku ingin memberikannya sebuah suntikan kedamaian dan support terhadap kejadian pilu yg telah ia alami beberapa tahun lalu. Dengan segera aku pun meluncur ke tempat keberadaan Bondan.




















