“Ida.. Ia terus membuka baju dan celana pendeknya. Bokepindo “Kelihatannya sih nggak ada lagi. Nggak ada kawannya”. Kupacu kuda betinaku mendaki lereng kenikmatan. Aku mendadak menghentikan gerakanku. Praktis kami nggak konsentrasi lagi ke cerita film yang sedang diputar. “Aaacchh, teruskan Anto.. Aku ke loket beli tiket. Kalau nggak tahan pegangan kasur dan gigit ujung bantal saja. Aku mau keluar aacchhkk..” Ida memeluk punggungku lebih erat. Kulihat tarikan nafas Ida teratur, tetapi aku tahu ia tidak tidur meskipun matanya terpejam. Ida melepas celana panjangnya. Kupercepat gerakanku dan gerakannya juga terus liar. Mungkin membayangkan momen waktu itu. Kulihat Ida di bawah selimut, tahap bahunya terbuka. Tunggu sebentar aku ambilkan air” katanya sambil berlalu. Paginya dirinya memelukku dan mengatakan,
“Aku mau lagi di lain hari”. Luar biasa” jawabku. Ke Cibadak kemarin hari.




















