Aku mendekatkan wajahku ke wajah tante Ani, dan bibir kami saling berciuman. Bokepindobaru Untung aku selalu memakai jaket tipis biar keluar malam. Sini baring kepalanya di paha tante.” lanjutnya.Seperti sapi dicucuk hidungnya, aku menurut saja dengan tingkah polah tante Ani. Ayo lepas lepas …” candaku sambil tertawa gembira.“Jangan gembira dulu. Aku hanya bernafsu untuk memenangkan permainan strip poker ini, agar aku bisa melihat tubuh terlanjang tante Ani. Dan tanpa diberi aba-aba dan tanpa malu-malu, tante melepas baju atasannya. Ternyata memang benar adanya, telinga ‘dikitik-kitik’ dengan bulu kemucing benar-benar enak tiada tara. Aku hanya bisa menganggukkan kepala pertanda ‘iya’. Ayah lebih memilih untuk tidak menceritakan masalah tersebut, dan aku pun tidak pernah lagi bertanya kepadanya.Aku mengerti perasaan ayah, karena saat itu kehidupan ekonomi keluarga masih sangat sulit dan ayah pada saat itu hanya seorang pegawai toko di daerah Mangga Besar.




















