Aku yang senang mendangar jawaban mamaku segera berdiri dan membuka baju dan celanaku menyisakan celana dalamku.“Itu kolornya mau mama yang bukain?” tawar mamaku.“hehe, boleh mah..” kataku sambil memajukan pinggulku ke arah mamaku.Dia segera menyeipkan jari lentiknya di sela celana dalamku dan menariknya perlahan ke bawah, memperlihatkan penisku yang telah mengacung tegak dihadapannya.“wah.. Ku lihat bagian tengahnya agak basah tapi tidak lengket. Bokep Sungguh perbuatan yang cabul terhadap ibu kandungnya sendiri.“kamu apa-apaan sih, tutup pintunya” suruhku padanya tapi tanpa menunjukkan kemarahan. Baik-baik aja kan?” katanya menuju tempat aku dan Dio melakukan kemesuman barusan.“iya pa, baik-baik aja kok” kataku tenang. udah tegang yah penisnya, gitu amat nafsunya ke ibu kandung kamu sendiri..” ujarnya menggoda. “ katanya namun membiarkan saja aku dan mataku yang asik melihat ke arah dadanya.“Napa sayang?




















