Aku mempererat dekapanku, sambil mengecup rambut indahnya yang terjuntai lurus sampai pinggang, aku berkata, “aku mencintaimu, seperti apapun kamu nanti.”“Qora !” Sava menggenggam kedua tanganku lalu menempelkan mulutnya, menghembuskan nafas lembut, “saat aku tua nanti, dan saat volume otakku semakin menyusut dari waktu ke waktu. Bokep baru Sementara aku berusaha menghindarinya. Aahhh malam yang indah di tengah dinginnya udara hujan. Dia langsung mengambil ponsel berlayar lebar dari dalam saku, menyalakan lampu flash kamera yang diharapkannya mampu memberi penerangan darurat.Baru saja lampu flash ponselnya menyala, suara Olivia Ong kembali terdengar, meski temponya tak lagi sama seperti tadi. Selain itu dia juga disodorkan kontrak di sebuah majalah ternama. Dan teman-temanku di kantorpun aku hasut agar mendukung Sava, aku juga membuat grup pendukung Sava di sosial media.Semua itu demi kamu Sava, yeah demi Sava seorang, wanita yang paling kucinta di jagat ini.




















