Aku berlari, berlari dan terus berlari dari komplek lokalisasi itu.Dengan badan basah kuyup aku berjalan menuju rumahku. Sesekali ajakan mampir berseliweran di kanankiriku. Bokepindobaru Gerimis di luar ternyata telah berubah menjadi Hujan deras. Aku Terbaring diam mengatur jalan pernafasanku.“Mas, baru pertama, ya?”“Lho, kok mbak tahu?” Tina hanya tersenyum, lalu beranjak membersihkan diri dan mengenakan pakaiannya kembali.Sesuai kesepakatan awal, aku menyerahkan uang atas kenikmatan yang aku beli. Jam baru menunjukan pukul 22.00 tapi temanku satu persatu bubar, mungkin karena cuaca yang kurang bagus.Biasanya pasti sampai matahari terbit baru pada bubar. Seluruh tubuhku sudah penuh dengan peluh, akhirnya entah menit keberapa, Tina histeris, seluruh tubuhnya mengejang dan bergetar dengan hebat. Aku mencoba bersikap dewasa padahal jantungku sudah bergemuruh tak karuan.




















