Ku rasa kulit tubuhku mulai meriang, panas dingin, seperti ketika menjelang sakit influenza. Bokepindo Wajahnya tampak semakin cantik, dengan hidung mancung dan bibir kemerahan seperti habis makan sambal. Kami biasa main gendong-gendongan dari belakang. ].Tampaknya usahaku tak ada hasil, mengingat Mbak Sekar masih saja tetap menggengam lengan ku, bahkan kurasakan agak lebih kencang dari sebelumnya, pertanda itu adalah harga mati yang tak mungkin bisa ditawar-tawar lagi. “Mbak lihat, ‘burungku’ jadi berdiri!,” seraya menunjukkan benjolan di celanaku.Mbak Sekar cuma tersenyum. Aku mulai membaca dan bisa menulis di umur 3 tahun 7 bulan. Berjingkat aku masuk ke bilikku, takut mengganggu nenek yang sedang tidur. Ini saatnya berpesta.. Segera saja aku menyiram tubuhku dengan air, begitu aku berada di kamar mandi.




















