Sambungan dari bagian 01Setelah tenang, kulanjutkan melepas celana caprinya, kujatuhkan ke bawah di depan Escudo malang itu. hehehe… Wait For The Next Sensation!” ancam si kecil-bandotku.Thanks for all attention untuk tulisanku ini. Bokep baru Edan, lagi-lagi si Lala seperti burung yang lepas dari sangkar saja kembali teriak-teriak keenakan merasakan sodokan si kecil-ku yang makin aku bikin kencangan lagi. Lala tidak nyesel kok Yan.. Suara Lala lirih tapi merdu seperti Long Island yang hangat sekali sampai ke ulu hati. Suara Lala pun langsung bergema di sekitar pelataran parkir yang untung banget waktu itu sepi.Tingkah dan teriakan Lala pun semakin brutal menahan sakit (tapi nikmat) lewat liang kewanitaannya. “Hmm… nyepong? Mulai terangsang lagi deh nih anak. Dari belakang bongkahan pantatnya yang masih pakai celana capri yang tadi itu melenggok-lenggok yang ternyata tidak ada lipatan celana dalamnya (belum pakai CD nih do’i).




















