Satu dari laki-laki itu berlutut di depan wajahnya dan menyeringai ketika berkata ini adalah permulaan bagi diri Dhea. Wajah Dhea memerah ketika ia mendekati laki-laki yang pertama. Bokepindobaru Dengan air mata mengalir di pipinya, Dhea mulai menjilati penis kuda tersebut, hampir saja ia muntah karena bau yang tercium olehnya. Tidak ada lampu satupun tapi ia bisa melihat cahaya datang dari ruangan sebelah dan mendengar suara-suara. Beberapa laki-laki yang lain berlutut di depan Dhea dan mengocok senjata mereka di muka Dhea. Kepalanya seakan-akan ingin pecah. Mereka menjulukinya Dhea Si Lubang Besar. Laki-laki yang terakhir juga memasukan tangannya hingga pergelangan ke dalam anus Dhea. Selanjutnya semua 12 orang itu mendapat giliran menggunakan anus Dhea untuk memuaskan nafsu mereka, bergantian mereka menampar dan memukul pantat Dhea sambil tertawa senang melihat lubang anus Dhea membesar.




















