teriak Rosa putus asa sambil menangis sejadi-jadinya sementara tangannya berusaha menggapai ke arah bawah, mencoba menahan tangan-tangan yang sedang melolosi CDnya, tapi gerakannya tertahan oleh tangan Pak Hendra yang saat itu terus mendekap tubuh Rosa dari belakang.Manajerku itu terus memaksanya untuk tetap berada di dalam pangkuannya, sambil sesekali meremas dan mempermainkan puting toket Rosa. Bokep ujarku sambil menunjuk ke arah sofa yang berada di pojok ruangan.Tp Is? Berani nggak? Kulihat di depanku tertumpuk sejumlah uang pecahan seratus ribu. seruku memelas sambil berusaha menutupi tubuh bagian atasku, saat itu aku sudah merasa sangat malu dan tdk lagi berminat untuk meneruskan taruhan itu.Nggak bisa..! Kuraih uang tersebut sambil berusaha bangkit dan mengenakan seluruh pakaianku.Setelah itu aku berjalan mendekati tubuh Rosa yang masih meringkuk di sudut ruangan.




















