Dijambaknya rambut Pak Rio, dibenamkannya keselangkangannya.“A.. keluar sayang” Pak Rio menjerit histeris. Bokepindo Dia turun dari meja dan berlutut dihadapanku. tahan.., Don, aku.. “Isep Bu! sayang.., truss.., truss”.Pak Rio mengerang ketika Bu Siska mengulum kontolnya. Buu.. truss.. Aku tak bisa, aku harus pulang”. Kustart sepeda motorku menuju jalan raya. Tapi di tengah perjalanan aku baru ingat, pulpenku (pulpen istimewa) tertinggal di dalam kelas. keluar.. crott! Lidahnya dijulurkan kememek Bu Siska. Lidah mereka saling sedot. Isep kontolku!” pintaku.Bu Siska mulai menjilati kepala kontolku, terus kepangkalnya. Pantatnya diangkat-angkat.Aku sangat terangsang melihat pemandangan itu. Bu Siska menguru-urut kontol Pak Rio. Ingin rasanya aku bergabung dengan mereka, tapi keinginan itu kutahan, menunggu saat yang tepat.Lima belas menit berlalu, Pak Rio menarik dan menjambak kepala Bu Siska. Kuraba-raba kontolku yang menegang. Kutarik kontolku.




















