Kali ini penisku kubiarkan agak lama bersarang di vaginanya tanpa kugerak-gerakkan. Bokep baru Dian memelukku erat. Aku duduk di sampingnya dengan posisi yang sama (bersandar di batu), tangan kami saling bersentuhan sehingga membuat dadaku semakin berdegup kencang. Penisku terus menancap di vaginanya. Tangan Dian kubawa ke penisku yang sudah mengeras. Bibirnya terus kukulum dan payudaranya kuremas.Lebih dari 5 menit kemudian aku mulai menggoyang-goyangkan penisku kembali dengan perlahan sambil mengulum payudaranya. Aku dan Dian duduk berdua di luar tenda sambil membuat api unggun kecil. Aku meraba vagina Dian, terasa vaginanya telah basah. Dian terkejut dan membuka matanya tapi lalu tersenyum.“Gak dingin kan?”, tanyanya. Dian kunaikkan ke atas batu. Aku juga ikut membuka seluruh pakaian yang kukenakan. Begitu selesai memasang tenda, aku langsung ikut Dian turun dengan membawa sekalian peralatan mandi. Kuciumi dan kelentitnya kumainkan dengan lidah. Dengan perlahan kepala penis kumasukkan.




















