Elo nangkep gue sama aja bunuh diri!” ujar Frans sambil mengelus-elus dagunya. Bokepindobaru Sperma yang dikeluarkannya cukup banyak hingga meluber keluar. Handayani yang masih kepayahan hanya dapat menatap dengan wajah yang sendu, seolah airmatanya telah habis terkuras. Nikmat kan..?” ujar Frans sambil membelai-belai rambut Handayani.Beberapa saat lamanya Frans menikmati kecantikan wajah Handayani sambil membelai-belai rambut dan wajah Handayani yang masih merintih-rintih dan menangis itu, sementara kemaluannya masih tertancap di dalam lubang vagina Handayani.“Makanya jangan main-main sama gue lagi ya Sayang..!” sambung Frans sambil bangkit dan mencabut kemaluannya dari vagina Handayani. Badan Handayani hanya tersentak-sentak lemah seperti seonggokan daging tanpa tulang. Tiba-tiba, “BUKK..” sebuah pukulan telak menghantam pipi kanannya, membuat tubuh Handayani terlontar ke belakang seraya menjerit. “Asal tau aja, begitu urusan gue di Polda waktu itu beres, elo udah jadi incaran gue nomer satu.” sambungnya.Sadar akan posisinya yang terjepit, keputusasaan pun mulai




















