Namaku Thia. Bokep Kemudian dia berjalan ke kamarnya meninggalkan aku yang kebingungan dan sangat terangsang. Tak kuduga, dia dengan tanpa malu mulai kencing dengan enaknnya. Aku yang setengah telanjang hanya menunduk malu dan menutupi putingku dengan tanganku. Tuh chipsnya udah ada. Sekarang aku mau cerita tentang pengalaman seks ku yang tak terlupakan. Rei pun segera bercakap cakap dengan mereka sementara aku masih di dapur menyiapkan makanan. Ternyata mereka lagi berjudi. “Nih kalo loe mau ngentot, mending loe sekarang emut kontol gue sampe gue keluar” tantangnya
“Ada tamu Rei” kataku sambil kebingungan. “Ntar lagi juga pasti datang” jawabnya sambil tersenyum. Aku merasa bahwa salah satu dari mereka menang, mereka pasti akan menyuruhku membuka bajuku. Aku merasa ada kontol laen yang menerobos anusku. “Hehehehehe, terangsang ya Thia?” tanya si Rei dengan santainya.




















