Dan telapak tanganku makin tak sabar mencoba mengetahui isi di dalamnya. berisik,” bisiknya sambil berusaha menenangkanku. Bokepindo “Psst, jangan ketawa.. “Tadi kenapa menjerit Mbak?” aku jadi penasaran. Terkadang aku sendiri jadi bingung, kenapa aku begitu antusias jika menghadapi Mbak Sekar, entah apa namanya, yang jelas di benak anak kecil sepertiku, aku selalu ingin merasa dekat dengannya. Rupanya Nenek tadi kebelet pipis. Tak terasa aku bergidik jika membayangkan hal itu terjadi. Biar masih kecil, putri Pak Marto, boleh juga goyang pinggulnya, bikin aku dag dig dug dag dig dug.. Lega tak terperi yang aku rasakan, sesaat setelah buang hajat kecil, begitulah perasaan yang ada padaku, ketika mampu menelanjangi Nenek, orang yang jikalau dalam posisi sadar amat kusegani dan kuhormati.












