“Engga cape , Vi, Kok belom bobok ?” tanyaku membuka percakapan. Detak jantungku mulai kencang.Bergemuruh. Bokep Wajah Evi langsung cemberut sambul melepaskan tangannya dari gandenganku. “Yah, udah malam, Vi. Meskipun suaranya engga bagus-bagus amat, tapi cukup menghibur lah apalagi katanya khusus dinyanyikan untuk aku.Setelah selesai menyanyikan lagu itu, Evi langsung menarikku ke luar..Kami memisahkan diri dari rombongan memilih lokasi di anak tangga bungalow diujung taman yang kebetulan sepi. Hujan tidak juga berhenti. Sebelum berenang Tia membisikkan niatnya untuk mandi bersama “Tia bawa aroma terapi, enak deh. kemudian Tia berenang bersama teman-teman yang lain. Suasana yang dingin, jadi pemicu kedekatanku dengan Evi. Tanpa aku duga sebelumnya, tiba-tiba Evi sudah menghampiri aku dan langsung duduk bersandar di depanku sambil meraih kedua tanganku untuk memeluknya erat-erat.




















