Tia memandangku tajam. Bokepindo “Nggak, nggak ada yang tahu”, jawabku
“Waktu cuci cetak kan pasti ada yang tahu”, katanya
“Aku cuci cetak sendiri di toko kawan”, aku mencoba menenangkannya. Aku berangkat ketepi danau bermain air. “Ah..ah..kok.. Kelihatannya tidak sama dengan kupu2 sebelumnya, maka kuikuti kupu-kupu itu dan kucoba gambar. “Minta klisenya biar tidak kalian cetak lagi”, katanya. Namun kami bimbang sebab semua posisi telah dipotret. Saat memotret memeknya, kubilang juga bahwa memeknya tidak lebih menantang. “Ahh..”Tia kaget, tapi tidak bereaksi. “Iya. “Siap?”, kataku. “Bisa ngobrol sebentar?”, tanyanya. “Nggak, nggak ada yang tahu”, jawabku
“Waktu cuci cetak kan pasti ada yang tahu”, katanya
“Aku cuci cetak sendiri di toko kawan”, aku mencoba menenangkannya. “uuh.. Aku juga sempat memotretnya saat bugil ganti baju, mesikipun dirinya membelakangiku. Kakiknya panjang, pundaknya agak lebar dan lehernya jenjang. Tia telah bugil. “Siap?”, kataku. Maka aku berkelana di bukit itu mencari kupu-kupu, sementara




















