Katanya mau jadi isteri shalihah? Apalagi ditambah berdesak-desakan dalam dengan suasana panas menyengat. Bokepindobaru Bayangkan saja, rumah kontrakanku tak ubahnya laksana kapal pecah. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Katanya mau kayak Rasul? Padahal Rasul telah berkata: “Yang terbaik di antara kamu adalah yang paling baik terhadap keluarganya.”Sedang aku? “Wanita, memang suka yang indah-indah, sampai bentuk sepatu pun lucu-lucu,” aku membathin.Mataku tiba-tiba terantuk pandang pada sebuah sendal jepit yang diapit sepasang sepatu indah. Ditambah lagi aroma bau busuknya yang menyengat, karena berhari-hari direndam dengan deterjen tapi tak juga dicuci. Harus bisa masak, nyetrika, nyuci, jahit baju, beresin rumah?”Belum sempat kata-kataku habis sudah terdengar ledakan tangis isteriku yang kelihatan begitu pilu. Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya.




















