Duh, senang sekali aku bisa kenalan dengan gadis seperti dia. Perlahan kubuka pakaiannya satu persatu, kulihat ia dalam keadaan setengah telanjang. Bokepindo “Ah, nggak ada apa-apa!”, jawabku. Untuk mengatasi kejenuhan, aku jalan-jalan di kota tersebut. Bulan demi bulan telah berlalu, kamipun semakin akrab dan sering berhubungan lewat telepon.Singkat kata, kamipun sepakat untuk menjadi sepasang kekasih. Ani mengerang dengan pasrah, lalu kusuruh ia untuk menggigit bantal agar suaranya tidak kedengaran oleh tetangga. Aneh, ada seuatu yang aneh yang menjalar ke perasaanku.“Lho, ada apa Kang?”, tanya Ani. Kupandangi dadanya di balik BH putihnya, kupandangi seluruh tubuhnya, kulitnya yang sawo matang.“Kang, bener Akang cinta ama saya?”, tanyanya lagi. Kami saling berpegangan, meraba dan membelai. “Ah Akang!”, katanya lagi dengan tersipu.Lama kami berpandangan, dan aku mulai mendekati dirinya.




















