“Sekar, ini demi kepentingan yang lebih besar. Jadi dia sedikit-sedikit tahu apa yang akan terjadi. Bokepindo “Ah jangan… Sebentar lagi…”
“Hm? Sekar berusaha kabur tapi tanpa diduga muncul lagi satu tonjolan kokoh, tepat di bawahnya, seperti tinju yang tepat menohok ulu hati si gadis pendekar. “Hoooo… HO HA HA HA HAA!!” Bayang Ireng tertawa seram selagi memunculkan banyak tonjolan dari bayangannya di sekeliling Sekar. Dan yang lebih membingungkannya, Ratri menoleh, mendekati Bayang Ireng, lalu memeluk dedemit itu. Dia hanya bisa menjerit dan mengerang, tak kuasa melawan. Sekar yang berposisi masih merangkak itu dihampirinya dari belakang, lalu Sekar merasakan kegelapan meliputi dirinya. Rambutnya disanggul besar di belakang kepala, wajahnya dirias tebal. Penthilmu tambah kencang.”
Sekar belingsatan ketika tubuhnya berkhianat, payudaranya menikmati dilecehkan oleh dedemit hitam itu dan mulutnya terus mengerang nikmat.




















