Aku pun tergopoh-gopoh mematikan televisi dan menaruh pembungkus VCD di bawah karpet.“Hallo, Oom Ryan..!” Rina yang baru masuk tersenyum. Bokep kamu nggak boleh nonton itu! hh.. mmhh.. Segera saja kepala kemaluanku kutekan, tetapi gagal saja karena tertahan sesuatu yang kenyal. Aku semakin gelisah. oleh karena itu ia minta cuti di kantornya selama 1 minggu. Aku menekan lagi, dan terasa ujung kemaluanku membentur dasar padahal baru 3/4 kemaluanku yang masuk. Sebelum habis satu film, tiba-tiba terdengar pintu depan dibuka. Aku melihat keluar kamar dan kelihatan VCD menyala, dengan film yang kemarin. Ketika aku mencapai klimaks, Rina tentu merasakan siraman air maniku di liangnya, dan ia pun mengeluh lemas dan merasakan orgasmenya yang ke dua.Sekian lama kami diam terengah-engah, dan tubuh kami yang basah kuyup dengan keringat masih saling bergerak bergesekan, merasakan sisa-sisa kenikmatan orgasme.




















