Wanita itupun membalas pelukanku. Hitung-hitung sebagai panggilan adik sendiri,” jawabku memberikan kebebasan.“Terima kasih Kak atau Mas atas kesediaan dan keterbukaannya” balasnya.Setelah selesai makan, aku lalu berjalan keluar sambil memandangi sudut-sudut ruangannya dan aku sempat mengalihkan perhatianku ke dalam kamar tidurnya di mana aku melihat tubuh terbaring tanpa busana tadi. Bokepindo “Ya, siang,” jawabnya sambil menatap wajah saya seolah malu, takut dan kaget. Saya tidak punya maksud apa-apa,” kataku dengan jujur, siapa tahu ia betul melihatku tadi, aku bisa dikatakan pembohong.“Jadi apa yang bapak lihat tadi sewaktu mengintip ke dalam? Saya lalu mencoba mendorong dari luar, ternyata pintunya terkunci dari dalam, sehingga saya yakin pasti ada orang di dalam rumah itu.Hanya saja saya masih ragu apakah rumah yang saya ketuk pintunya itu betul adalah rumah Azis atau bukan.




















