Aku tak peduli walaupun ada nada perintah di setiap kalimat yang diucapkannya. Bokep Pada kecupan yang kedua, aku menjulurkan lidah agar bisa mengecup sambil menjilat, mencicipi kaki indah itu. Hadiah yang bisa menyejukkan kerongkonganku yang kering. Tatapanku terpaku ke dalam keremangan di antara celah lutut Bu Lia yang mulai renggang itu. Berlutut di depanku..”Aku membisu, kaget juga mendengar perintahnya.“Kamu tidak mau memeriksanya, Bay?” tanya Bu Lia sambil sedikit merenggangkan kedua lututnya.Meski ada perasaan senang, namun aku tetap berusaha meredakan debar-debar jantungku. Tak peduli dengan segala kegilaan yang sedang terjadi. Kaki itu sekarang diangkat serta tertekuk di kursinya. Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Bu Lia menarik telapak kakinya dari pundakku.




















