Masih sempat istriku mencium bibir Jalu sambil saling melepaskan senyuman. Bokep citrai.., istrikuu.. Dia tak mau menggangguku yg bisa-bisa mengganggu kenikmatan-kenikmatan yg akan dia raih berikutnya.Beberapa saat kemudian kudengar kembali kecupan-kecupan lembut. Dia bilang lapar dan minta aku untuk pesan makanan ke room service. Rasanya dia tak lagi mempertimbangkan aku sebagai suaminya yg juga berada di dekatnya.Dalam gelegak penuh iri dan cemburu ini justru rasa kenikmatanku hadir melihat apa yg aku saksikan kini.Kemaluanku sangat membengkak. Tangannya yg cantik dgn jari-jarinya yg lentik meraih seprei dan apa saja yg bisa diraihnya, menarik-narik acak-acakan seakan hendak merobek-robeknya. Tangannya yg cantik dgn jari-jarinya yg lentik meraih seprei dan apa saja yg bisa diraihnya, menarik-narik acak-acakan seakan hendak merobek-robeknya. Akuu mauu keluarr..”.Dan yg kemudian aku saksikan adalah benar-benar sama sekali di luar perkiraanku.




















