Gerakan tangan Bu Maya mengurut naik-turun. Aku tak kenal daerah itu, yang kutahu hanya berupa perkebunan luas dan sepi serta gelap.Ditengah kebun itu Bu Maya minta aku berhenti dan mematikan mesin mobil. Bokepindo Spontan aku menyetujuinya dan berterimakasih atas tawaran itu.Esoknya kami berangkat ke rumah Boss-nya Pak RT ku. Oh….m*m*k itu besar sekali, menjendol seperti kura-kura. Bu Maya mengocok-ngocok penisku, diurutnya seperti gerakan tukang pjit mengurut tubuh pasiennya. Yang lebih gila, pantatnya bahenol dan buah dadanya……, wah…wah…puyeng aku melihatnya.Di rumah sebesar itu, hanya tinggal Ibu Maya, Suaminya, dan dua putrinya, yakni Mira – anak kedua yang masih sekolah kelas II SMU, dan Yanti si bungsu yang masih duduk di kelas III SMP. Kisah ini bermula ketika keluargaku baru saja ditinggal pergi oleh kedua orangtua kami, yang meninggal dalam musibah kecelakaan angkutan umum di daerah kami, sebuah kota sejuk di dekat Jakarta.




















