Terdengar suara ketukan di pintu, aku beranjak ke arah pintu. Bokepindobaru Yang mana yang bos, mbak? Jangan takut, mbak. Lalu dengan pelan aku gendong dan aku letakkan di tengah tempat tidur. Buah dada yang bulat dengan puting merah kecoklatan di tengahtengah. Ratih memutarmutarkan pantatnya dengan cepat mengikuti kocokan batang kejantananku.Ooooouuuugghhh, masss Ratih melepaskan ciumanku lalu mendesah kencang. Yang pegang pisau jawabnya singkat lalu menghisap rokok dan menghembuskan kuatkuat seperti menghela nafas. Ratih balik bertanya. Aku lihat barangbarangku masih di dalam ransel yang aku bawa. Aku keluar Aku keluar, maaass desahnya lagi. Sekarang Ratih berada dalam gendonganku. Ada luka di lututnya. Tangannya meremas dengan gemas. tanyanya tibatiba. Aku letakkan barangbarangku di dekat meja. Ada waktu untuk kami berlari jauh.Setelah agak jauh dari terminal, aku hentikan angkot yang melintas. Aku hanya menatap tajam matanya, menumbus ke dalam relung hatinya.Kita lihat besok aja ya?




















