Aku cuek aja. Sementara Anik duduk bersandar di tembok dengan kaki dilipat merangsang pangkal pahanya dengan kedua tangan.Setelah semua ‘sadar’, kembali kami saling bercerita kenikmatan kami, saling berbagi teknik belaian dan informasi area ‘greng’, dan tentu saja, saling becanda seperti biasanya.Tiba-tiba terdengar suara gerbang dibuka. Bokepindobaru Aku dapat giliran terakhir. Mau apa? Tak akan bisa terlupakan. Sejenak kami kebingungan, namun Anik langsung menutup gordin. Aku baring-baring santai sambil pelan-pelan membelai putingku.Sesaat kemudian, mas K lewat dan, pas sekali, menoleh ke arah kamar Anik. Dalam hatiku aku berkata yang ini biarlah untukku, akan kusimpan sendiri gurihnya rasa benihnya, rasa bangga mengantar cowok ke puncak kenikmatan, dan tatapan lembut mas K saat mengucap terima kasih.“Kegilaan” kami berempat ternyata tidak membuat kami terhanyut. Kami saling pandang.




















