Senyumnya merekah, sesekali dia mengingat hari-hari menyedihkan yang dialaminya sebelum 13 hari lalu. Sementara aku berusaha menghindarinya. Bokepindo Aku benar-benar kacau, aku menghantam-hantamkan tinjuku pada lantai rumah sakit. Tanganku sangat menikmati berjalan-jalan diantara tubuh bagian atasnya.Sava gak mau hanya dirinya yang melepas bajunya, dia menarik kaos yang aku kenakan. Aku payungkan Sava dengan selembar daun pisang yang ku bawa.“Sepertinya supirmu terlalu asik tidur deh,” Sava terlihat bingung melihat aku yang tiba-tiba memayungkan dia.“Ma-makasih,” dan kamipun berjalan menuju mobil Sava yang terparkir tak jauh dari toko.Sava mengetuk pintu mobil, sang supir terkaget seketika. “Bangetttt.”Ah rasa dingin yang dihasilkan oleh hujan ini sudah enggak ada artinya lagi buatku.




















