saya yang baru pulang dari kerja pun segera mandi dan bersiap. Dia ingin pergi ke Jepang setelah mengambil ijazah. Bokepindo “Cepat mas…”, kata Minoru. Aku kaget rupanya dia menceritakan semuanya dengan blak-blakan. Lalu ku lempar peralatan Zenit hingga berantakan di lantai, agar Zenit tidak curiga ketika dia tiba-tiba terbangun nantinya.Aku lalu menindih tubuh Minoru, hangat sekali, susunya mengenai dadaku. Aku duduk dengan membuka selangkanganku, lalu kusoroti wajahnya yang cantik itu.Dengan mata tertutup, Minoru terpaksa membuka mulutnya dan membiarkan kontolku masuk ke dalam mulut itu. “Hisap!!!”, perintahku minta Minoru menyepongkan kontolku. Video ini harus terus ku simpan, selain bisa sebagai bahan coliku, aku juga bisa terus mengancammu.Ku ulurkan tangan kananku sementara tangan kiriku masih memegang handycam. Segera ku hidupkan dan taruh di meja dan menyorot ke arah kasur.Hmm, selanjutnya aku bingung mau menggunakan benda apa. “Ini bro simpan baik-baik…”, Zenit tidak memeriksanya, dia




















