Aku mematung di tempatku berdiri. Beberapa di antara mereka malah lebih menakutkan daripada hantu-hantu yang bergentayangan di rumah-rumah tua. Bokepindo Dia terlihat girang sekali memperoleh uang seribuan. Oleh karenanya, aku betah berdiri berlama-lama di sini. Anak itu kembali menyodorkan jualannya, tapi kini cara berdirinya kurang stabil. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Aku memang tidak pernah mempermasalahkan hal itu. Gila. Beberapa orang lainnya menghakimi supir mobil, menghajarnya hingga biru-biru, termasuk mobilnya yang dibikin tambah penyok. Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap. Itu cuma dugaanku. Aih, kalimat ini mengingatkanku pada Hujan Bulan Juni milik Sapardi. Aku kini mulai bingung. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi.




















