Beliau genggam tangan saya erat-erat, nggak dilepas-lepas. Bokepindo Semua orang nengok dan nggak lihat apa-apa lagi.Saya sendiri selalu merasa jelek lho kalau tampil bersama Simbok. Mana sempat mikir, kalau kepala saya penuh dengan perasaan nikmat karena dientot Juragan. Tokonya sedang sepi, tidak ada pembeli.“Juragan,” pinta saya. “Hauhh… Ga…n! Tapi… sekarang saya dapat uang sebanyak itu … kok gampang banget?“Beneran buat saya…?” Masih tidak percaya, saya tanya lagi.“Iya… asal kamu buka semuanya,” kata Juragan sambil menyeringai. Saya digilir mereka berdua di sana. Saya nggak peduli… yang saya pikir cuma kerja seperti ini lebih gampang dapat uang. Kepalanya hampir botak, rambutnya tipis beruban, kumis dan jenggotnya jarang-jarang. Tapi… sekarang saya dapat uang sebanyak itu … kok gampang banget?“Beneran buat saya…?” Masih tidak percaya, saya tanya lagi.“Iya… asal kamu buka semuanya,” kata Juragan sambil menyeringai.










