Aku hanya pasrah mengikuti arahan pak Muklis.Dalam posisi menungging, sekali lagi pak Muklis menyodokkan penisnya dalam liang nikmatku. Bokepindo Dengan gontai dan perasaan yang tidak tenang akupun datang ke ruang Pak Tommy.Tok… tok… tok ku ketuk pintu ruang Pak Tommy.“Masuk” terdengar teriakan Pak Tommy dari dalam ruangan.Aku pun masuk, dan Pak Tommy mempersilahkanku duduk. Aku pun bingung, harus mendapatkan uang darimana lagi. Orang tuaku menyatakan bahwa mereka telah kehabisan dana untuk biaya pengobatan anakku.Sementara, aku sendiri sudah kehabisan uang karena kini sudah tanggal tua. Aku tak bisa berbuat apa-apa kini.Setelah beristirahat selama 30 menit, sambil aku menangis sesenggukan, aku pun minta ijin kepada Pak Tommy untuk membersihkan diri di kamar mandi yang ada di ruangnya.“Oohhhh, tidak usah… kamu kan capek sekarang saatnya kamu yang dilayani” kata Pak Tommy.“Maksud bapak?” jawabku.“Biar pak Muklis saja yang bersihkan tubuh Vania Angel… heheheh”Ouhhhh….




















