Aku tertawa, “Macho, apa itu?”“Macho seperti Antonio Banderas.”Aku tertawa lagi, “Ayo pergilah”. Bokep Di bekas tempat dia berbaring di bagian panggulnya juga kulihat cairan merah jambu bercampur serabut merah seperti yang kulihat di penisku.Aku tak berbicara apapun kepadanya. Wajah Ermita kini terlihat cerah dan segar, tidak lagi kuyu dan letih seperti tadi. Kucium belahan dadanya dan naik ke leher. Saya biasa memakai credit card. Rasanya lega bebas dari dasi dan business suit di udara gerah Jakarta. Amboi mulut yang sempurna dengan bibir penuh dan sensual. Tiga menit pizza yang sudah panas dan segar lagi kukeluarkan dengan mengalas tanganku ke piring dengan serbet kertas dan kusodorkan padanya. Rena itu baik kok.”Kami kembali diam. Kumasukkan beras ke periuk rice cooker, kupanaskan rendang beserta bungkus daun pisangnya ke microwave, lalu kari ayam, lalu ikan goreng.




















