ah untung sempet istirahat pikirku… Aku buka dasi, ID, wing, bolpoint lalu kuletakkan diatas meja dengan rapi beserta topi petnya. Bokepindo Nha, setelah sampai di hotel, kami berempat check in. Rupanya dari para pramugari. But it’s true. Bagiku Pramugari is just pramugari. “jam enam aja mas telponnya” bisiknya cepat. “mmmffhh…..mmhmhmhhh…” tampak ana menahan sensasinya dengan sangat… matanya semakin memberi tenaga pada sang konthol di belahan pahaku…. Dan setelah menyelesaikan dua landing terakhir hari ini, sampai juga kita di Tarakan. Buatku yang hidup di lapangan yang sama, bertualang dengan pramugari hanya akan mengurangi naluri jelajahku…
Nah kisahku kali ini bukan pengalaman me”reyen” para pramugari itu, karena peristiwa di Tarakan ini cukup unik, makanya sekarang terpampang di sini….




















