Mama diam saja, hanya elahan napasnya yang terdengar.Aku mulai menjilati bibir kemaluan yang seolah menantangku ini. Bokepindobaru Tidak ada bau yang tak sedap, bahkan wangi sabun masih tertinggal, karena belum lama ia habis mandi tadi.Seperti anak menemukan mainan, kubuka bibir kemaluan Mama, tampak merah bagian dalamnya. Karena aku tak ingin membuka rahasiaku sendiri.Walaupun cuma seorang pembantu, Mbak Ning meninggalkan kesan yang mendalam di hatiku. Tapi ia telah meninggalkan kesan khusus di hatiku. Entah siapa yang bermasalah. Tapi jelas benar di mataku bahwa bibir Mama itu menyunggingkan senyum. Bisa saja aku memanjat ke atas bak mandi, tapi kepalaku akan kelihatan dari sebrang sana, takut malah Mama marah nanti.Aku jadi seperti orang linglung. Tapi yang jelas ia memperlakukanku sebagai anaknya sendiri.




















