Langkah-langkah Mesum – Mainan Penuh Nafsu, Bagian 15

“Kemesraan ini Janganlah Cepat Berlalu….. Bokepindo serrrrrrrrr. “, dia memperlambat kilikannya, sambil kami lanjutkan dan tuntaskan sarapan kami.Selesai makan, kuambilkan pula segelas besar coca-cola, kuulurkan gelas coca-cola ke mulutnya. …”, aku mendesah sambil merasakan hunjaman kontolnya yang kembali menembus nonokku, demikian juga dengan Mas Har… dilingkarkannya tangan kirinya di perutku, sedang tangan kanannya meremas tetekku….. “aku cabut sekarang, ya Mbak? saya juga siap kok melayani Mas Har setiap hari….. semua sendi-sendiku masih bergetar semuanya rasanya….. terkadang cepat plok-plok- plok. kelelahan aku rasanya….. blebessss… .. hebat kan?” Katanya lugu…
“Mas Har memang nomer satu buat Mbak Sri…” sahutku memujinya, membuatnya tersanjung dan sangat ditinggikan harga dirinya. Aku bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) di kota Gudeg Yogyakarta, majikanku seorang janda berusia 50 thn, Ibu Sumiati yang masih bekerja sebagai pegawai negeri di Gubernuran. ..“Enaaaak, Maaaaasssss. … Kuatur kecepatan pacuan kuda-kudaan ini, sehingga kenikmatannya bisa

Langkah-langkah Mesum – Mainan Penuh Nafsu, Bagian 15

Related videos