Aku ikut tersenyum. Bokepindo Satu hal yang pasti bahwa kami bisa dengan bebas saling bercerita tentang apa saja.Termasuk kebiasaanku beronani dengan membayangkan bersetubuh dengannya yang membuatnya tertawa terpingkal-pingkal. Tanya Bu Miranti menatapku.Aku menggangguk tersenyum. Telapak tangan kirinya digosok-gosokan kepipi kiriku. Hanya sampai pada suatu malam, bulan jatuh dipelukanku saat Bu Miranti lembut menyapaku dan tanpa bicara sepatah katapun menciumiku.Bah!. Sampai suatu hari Pak Falcon tetangga kami yang tinggal 6 rumah dari kami melangsungkan pernikahan anaknya. Bu Miranti akan berkebaya, berjarik dan berselendang dengan rambut konde yang rapi. Walau dengan diam-diam disetiap kesempatan yang ada kami saling tidak menyembunyikan semua itu. Kata-kata cinta meluncur begitu saja dari mulutku. Buatku secantik apapun perempuan jika tidak punya tiga unsur itu, hambar dalam selera dan pandanganku.Seperti sebuah buku kartun yang tolol dan tidak lucu saja layaknya.




















