kemudian memberikan kalung yang selama ini Vannesa kenakan ketangan Vannesa, dan memasangkannya kalung berwarna putih itu pada leher mulusnya dari arah belakang, dan mulai saat itu Vannesa memakai kalung pemberian Jay.Setelah kalung putih tersebut terpakai, Jay mulai menciumi dan mengelus tengkuk sebelah kanannya. Bokep baru Vannesa berusaha melepaskan tangan Jay pada bahu kirinya dan mengingatkan agar ia konsentrasi ke jalan.”Da sadarlah da, iko kan di jalan raya bisa cilako beko, caliak tu mobil lain kancang – kancang (Bang sadar bang ini jalan raya bisa kecelakaan, mobil lain pada ngebut tuh)” kata Vannesa mengingatkan. Lalu ia merebahkan kepala Vannesa di bahunya di sepanjang jalan yang macet, pada penurunan Lembah Anai tersebut.




















