Langsung saja ku jambak rambutnya yang panjang dan ku ciumi bibirnya dengan paksa. Bokepindobaru “Jangan bodoh! “Bro, pulang saja dulu, biar aku tunggu di sini…” aku tidak mau merepotkan Mamat yang sudah seperti saudaraku sendiri. Dalam perjalanan aku malah mengajak Mamat ke sebuah cafe remang-remang, aku mau merilekskan pikiranku dulu.“DASAR CEWEK MATREEEE!!!!….” teriakku di bawah pengaruh alkohol. Sesekali security kampus itu memandangi kami dengan tatapan curiga, wajar, perawakan kami sedikit menyeramkan, selain hitam, tubuh kami penuh tatto dan bekas luka sayatan, apalagi dengan baju yang kotor begini. “Dia bilang kita miskin? Kemana pemilik kamar ini? “Tapi…” belum sempat selesai bicara, Rianti sudah menjauh, dan aku tidak mungkin mengejarnya melewati gerbang yang dijaga oleh security, apalagi pakaian ku lusuh penuh oli begini.


















