Sambil membaca majalah, sedang Mas Muji dan Mas Slamet kuminta untuk membuatkan minuman hangat dan makan malam bagi kami berempat.Tapi sebelum kami tinggal sendirian, kami mengatakan pada Sita bahwa kami akan mandi dan membeli makan malam dulu di luar dan baru akan mengangkatnya naik setelah kami kembali lagi 2 jam kemudian, itupun jika jalanan tidak macet.Saat itu tampak Sita meronta di dalam air dan dari mulutnya terdengar suara yang tak jelas, mungkin tidak suka dengan yang kami katakan, karena ia tidak ingin ditinggal sendirian di dalam kolam dengan keadan seperti itu. Bokepindo Oh..Ternyata Slamet pembantu di rumahku. Dan ia pun menuruti saja kemauanku, tanpa memprotes keadaanya yang masih terikat.Kepasrahannya itu membuatku jadi merasa sayang padanya, kini hatiku lebih berbicara ketimbang sore tadi di mana otak dan pikiranku masih memvonisnya sebagai pecun. Tapi mungkin karena pergaulanya yang salah, (karena banyak selentingan kalo dia




















