Tapi kerutan di alisnya menghilang, saat lengannya terulur ke arahku. Bokepindo Ia tertawa lagi. Kuraih batang kemaluanku dan menariknya keluar, persis seperti yang sering kusaksikan di film-film blue. Indra Lesmana? Masih kudengar ia tertawa di belakangku. “Ikuti saja iramanya,” ia berbisik lagi. Ia menuntun tanganku hingga melingkar di pinggangnya, lalu kedua lengannya sendiri memeluk leherku. Ia menjambak rambutku. Aku sudah tidak perjaka. Aku tak punya alamat, tak punya nomor telepon yang bisa kuhubungi untuk mencapainya. Kupejamkan mataku, menghisap buah dadanya, dan memainkan jemariku. Tapi jangan memperlakukanku seperti orang bodoh. Setelah itu ia berpaling menatap ke luar jendela samping. Aku bertaruh kamu pasti bingung apa yang harus kaulakukan pada seorang wanita yang mendadak berada di rumahmu pada jam satu pagi.”
“Terserah apa katamu,” gumamku, lalu menghempaskan tubuhku di atas sofa. Ia mengulurkan tangannya, berusaha mendorong perutku.




















