Jadi setelah mengantar materi yang kudapat kepada rekanku yang akan membuat beritanya, aku dan Mikha menuju arah utara. Bokepindo Kami terus bercakap-cakap, sambil minum teh botol yang dijual pedagang asongan. Pusing ah mikirinnya. Dan berjanji untuk bertemu lagi lain waktu. Terdengar suara aneh. Sampai pagi?”. Dengan korban beberapa orang tentu saja. Dadanya mengembang sempurna, tegak berisi. Macam-macam saja ulah mereka, maklumlah sudah saat kampanye terakhir buat partai-partai di Jakarta ini. Aku mendekati kerumunan simpatisan partai. Dia pun menatapku. Sambil merokok, dia tampak lebih rileks, kakinya tanpa sadar telah nemplok di dashboardku. “Terima kasih, Mas Joe.”
“Untuk apa?”
“Karena telah mau menemani Mikha.”
Aku hanya diam. Dadanya mengembang sempurna, tegak berisi. Dari baju kaosnya yang pendek, dapat kulihat putih mulus perutnya.




















