Semua tersebut Qiu Qiu terima dengan senyuman. Bokep Hingga kesudahannya waktu mengindikasikan pukul 4 sore. Hingga dalam lamunanku menginginkan wajahnya juga aku terlelap. Dengan perlahan kami berjabat tangan dan saling bertukar nama dihadapan guru kami. Sepuluh menit aku menantikan Qiu Qiu menghampiriku di lokasi parkir motor sekolahku. Sesampainya di sana, aku langsung memesan satu porsi ikan bakar yang kiranya lumayan untuk kami berdua dan dua gelas es teh. Ingin rasanya cepat berganti pagi. Tapi aku pesimis, dengan penampilanku tinggi 167cm, berat 82kg, kulit hitam, wajah pas-pasan. Saat itu lumayan lama kami berbincang-bincang, walaupun melulu seputar latihan sekolah saja.Tapi tersebut sudah lumayan membuat hatiku senang. Yang berikutnya kutahu namanya ialah Qiu Qiu. Mulai dari guru, tukang kebun, kakak kelas, hingga adik ruang belajar juga.




















